Gejala Penyakit Pada Burung Kicauan yang Biasa Menjangkitinya


Kicausejati.com – Biasanya semua jenis burung memiliki masalah kesehatan, tak terkecuali burung kicauan. Tapi jangat takut, karena penyakit pada burung bisa dicegah. Selama sangkarnya bersih dan segala keperluan hidup seperti makan, minum serta perawatan yang benar terpenuhi, burung kicauan akan terhindar dari penyakit.
Namun jika kandang, menu pakan serta penempatan sangkar tidak diperhatikan, ditambah lagi perubahan cuaca yang terjadi secara mendadak, sangat memungkinkan burung kicauan bisa stress dan terserang penyakit.
Snot atau Coryza
Mengenali burung kicauan yang terserang penyakit bisa dilihat dari fisik dan perubahan sikapnya. Burung yang sakit bisa lebih pendiam dan makannya berkurang. Dibawah ini ada beberapa gejala yang bisa dilihat dari ciri-ciri fisiknya.

Nafsu Makan

Burung yang terkena penyakit, nafsu makannya akan turun, bahkan hilang. Mereka jadi tidak pandai mematuk makanannya. Alhasil, berat badan juga ikut turun.

Mata

Bagian mata mengeluarkan cairan. Kemudian, mata burung jadi pucat, sayu, sering terpejam dan terjadi pembengkakan.

Sayap dan Bulu

Bagian bulu terlihat suram serta tampak kusut. Kedua bagian sayap lunglai dan perilaku menata bulu-bulu tidak lagi dilakukan.

Lubang Hidung

Lubang hidung mengeluarkan ingus, ada yang membeku dan menutupi nostril, menjadikan burung bersin-bersin ataupun membuka bagian paruhnya karena sesak nafas. Tak hanya itu, bagian bulu–bulu di sekitar nostril serta bagian kepala biasanya kotor karena sering digaruk atau diusap.

Keseimbangan

Burung terlihat sempoyongan, tak bisa bertengger dan sering berdiam di lantai sangkar serta tidak banyak bergerak.

Macam-macam Penyakit pada Burung Kicauan

1. Kotoran Putih atau Berak Kapur

Penyakit berak kapur biasanya disebabkan oleh bakteri Salmonella melalui kontak langsung atau pun air minum. Gejalanya dapat berupa diare dan kotorannya berlendir dan berwarna putih. Segera berikan obat yang biasa disediakan oleh produsen burung atau bawa ke dokter hewan terdekat.

2. Stres Burung

Gejala penyakit pada burung kicauan ialah bulu berdiri, kepalanya diletakkan pada pundak, mata sayu, kotoran tidak normal dan badan lemas. Selain itu, burung juga terlihat tegang, tidak suka berkicau, badan tampak kurus karena tak mau makan.
Burung juga kerap mencabuti sendiri bulu-bulunya dan juga menyendiri atau panik serta sering menabrak-nabarak sangkar. Biasanya hal tersebut dikarenakan perubahan lingkungan di tempat tinggal, bisa karena cuaca yang mendadak atau burung kaget saat sangkarnya jatuh. Oleh sebab itu, ada baiknya sangkar dikerodong saat perjalanan atau jika terjadi perubahan cuaca.

3. Gangguan Pernapasan

Biasanya disebabkan karena infeksi sekunder pada saluran pernapasan oleh virus sejenis Mycoplasma gallisepticcum dan bakteri E.coli. Jika sudah kronis, penyakit ini sukar disembuhkan, hingga menyebabkan burung mati.

3. Cacingan

Penyakit cacingan disebabkan dari cacing. Biasanya dari telur cacing atau kotoran burung yang tercemar telur cacing. Gejalanya antara lain malas berkicau, badan kurus, muka pucat, diare, kotoran berlendir dan kakinya lumpuh.

4. Snot atau Coryza

Penyakit yang disebabkan oleh virus Hemophillius gallinarum ini menyerang sekitar bagian muka burung. Menyebabkan bengkak dan muncul benjolan merah di sekitar hidung, mata dan telinga. Cara penularannya dapat melalui keturunan selain karena tertular burung lain. Gejalanya dapat dilihat dari muka yang bengkak, hidung berlendir, bersin-bersin, sesak napas dan nafsu makan menurun. Penyakit ini harus segera ditangani jika tak ingin burung kesayangan Trubus Mania mati.

5. Kaki Bengkak atau Bubul

Jenis penyakit yang sering menyerang hampir semua jenis burung, terutama kenari. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Staphylo coccus yang menyerang permukaan kulit, terutama kulit telapak kaki.
Gejala penyakit burung kicauan mudah dikenali karena kakinya akan mengalami pembengkakan dengan kuku memanjang, sisik kaki melebar, timbul benjolan kecil yang semakin membesar dan mengeras.

Cara terbaik mencegahnya, adalah selalu menjaga kebersihan sangkar, khususnya tenggeran kayu dengan rutin dan memperhatikan keadaan sangkar dan menghaluskan bagian-bagian yang terlihat kasar. Jika ada sedikit luka pada kaki burung, segera dikompres menggunakan air hangat dengan rutin hingga sembuh.
Comments