Skip to main content
×

Cara Berternak Burung Puyuh

 dagingnyapun sekarang menjadi olahan yang sangat gampang ditemui dalam banyak sekali kesempatan Cara Berternak Burung Puyuh

Selain telurnya, dagingnyapun sekarang menjadi olahan yang sangat gampang ditemui dalam banyak sekali kesempatan. Hal itu yang menciptakan seruan terhadap burung puyuh selalu meningkat dan cenderung tidak pernah mengalami penurunan yang signifikan dan ini pula yang menjadi incaran bagi peternak burung untuk memulai perjuangan ternak puyuh.


 dagingnyapun sekarang menjadi olahan yang sangat gampang ditemui dalam banyak sekali kesempatan Cara Berternak Burung Puyuh

Dan berikut ialah beberapa hal yang sanggup menjadi panduan singkat bagi sahabat yang ingin memulai perjuangan berternak burung puyuh:

1. Penempatan Lokasi Ternak
Pastikan lokasi yang sahabat pilih ialah kawasan yang jauh dari keramaian, jauh dari sumber wabah penyakit menular, dan lokasinya tidak akan terjamah oleh genangan air. Selain beberapa hal tersebut pastikan juga sahabat menentukan lokasi yang strategis bagi pemasaran telur dan dagingnya.

2. Persiapkan Kandang
Hal pertama yang harus sahabat perhatikan pada dikala menciptakan sangkar ialah materi kayu yang kokoh, buat pula sirkulasi udara serta kawasan pembuangan kotoran yang baik. Dan yang terpenting ialah kawasan pakan dan minum bagi burung puyuh.

3. Pakan dan Minum
Pakan burung puyuh diletakan erat lubang masuk kepala burung sedangkan minumnya biasanya diletakan pada samping sangkar erat dengan lubang kepala. Pemberian pakan dan minum dilakukan sekali dalam sehari antara pagi atau sore hari.

4. Pembersihan Kandang
Pembersihan sangkar sanggup sahabat lakukan 3 hari sekali, hal ini sangat penting untuk menghindarkan burung dari banyak sekali macam wabah penyakit. Selain itu kotoran burung puyuh juga dihargai antara 15 sampai 20 ribu rupiyah setiap karung kecilnya.

5. Produksi
Berternak 1000 burung puyuh sanggup menghasilkan 300-400 butir telur setiap harinya sama dengan 8 Kg setiap harinya yang kalau dijual sama dengan 160 ribu rupiyah setiap hari. Dan dagingnya pun tidak pernah mengalami penurunan yaitu 2000 per ekornya.

Selamat berwirausaha sobat, sukses selalu. Salam 
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar