Skip to main content
×

Mengenal Burung Jalak Suren

 Spesies burung ini merupakan salah satu spesies burung yang hidup di wilayah Anak benua I Mengenal Burung Jalak Suren
Burung Jalak Suren atau dikenal juga dengan nama Jalak Uren mempunyai nama latin Sturnus contra. Spesies burung ini merupakan salah satu spesies burung yang hidup di wilayah Anak benua India dan Asia Tenggara dan merupakan salah satu jenis burung peliharaan yang terkenal di Indonesia.

Burung jalak suren merupakan spesies burung berukuran sedang dengan bulu berwarna hitam dan putih. Perbedaan antara jalak suren jantan dengan jalak suren betina terdapat pada panjang tubuhnya, kulit di sekeliling mata, bulu, ekor, dan jari-jari kakinya.

Habitat burung jalak suren ialah di kaki lembah dan di dataran rendah terutama di bersahabat perairan terbuka. Namun tak jarang burung ini terlihat berkeliaran di sekitaran pemukiman penduduk. Mereka biasanya hidup dalam sebuah kelompok kecil. 

Meski sanggup terbang, burung ini sering terlihat mencari makanan di permukaan tanah dan tak jarang turun juga ke air. Makanan burung jalak suren antara lain biji-bijian, buah-buahan, serangga, telur serangga, kupu-kupu, cacing tanah, dan moluska (sejenis siput-siputan).

Sarang jalak suren biasanya terletak di lubang pohon di bersahabat sumber air. Di sarang tersebut biasanya jalak suren akan bertelur sebanyak 4-6 butir sebelum dierami. Telur-telur tersebut akan menetas sesudah dierami selama 14-15 hari.

Predator bagi jalak suren antara lain kucing, hewan pengerat, dan ular. Namun kebanyakan jalak suren justru tidak mati sebab diserang predator, melainkan sebab terkena benalu kecil yang disebut dengan nematoda Diplotriaena sturnupastorii.

Daerah penyebaran burung jalak suren mencakup Asia Selatan sampai Asia Tenggara, ibarat India, Burma, Indonesia (Jawa dan Sumatera), Pakistan, sampai ke Taiwan dan Pulau Honshu serta ke tempat Timur Tengah ibarat Dubai, UEA.. Diperkirakan penyebaran yang terus meluas ini dikarenakan ada burung jalak suren yang dipelihara terlepas dari sangkarnya kemudian berkembang dan mendiami wilayah baru.

Beberapa puluh tahun yang lalu, tepatnya sekitar tahun 1970-an, jalak suren masih banyak ditemukan berkeliaran bebas di Pulau Jawa. Namun tanggapan dari penggunaan pestisida yang berlebihan dalam bercocok tanam, maka spesies ini terkena dampaknya, dan populasinya terus menurun.

Meskipun demikian, secara global Red List IUCN memasukkan populasi jalak suren dalam status "Resiko Rendah (LC)". Saat ini di Indonesia sudah mulai dilakukan penangkaran burung jalak suren untuk menjaga kelestarian mereka.

Referensi : wikipedia
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar